SEBENTAR-SEBENTAR Murtadho beranjak ke ruang belakang rumahnya. Ia acap meninggalkan tamunya sendirian di ruang depan rumahnya yang asri dan bersih di tengah hamparan kebun salak, di Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Maklum, sarjana hukum dari Universitas Darul Ulum, Jombang, ini 10 menit sekali mesti mengaduk salak yang digorengnya dalam wadah hampa udara (vacuum frying). Suhu wajan lonjong seukuran semeter di atas kompor gas itu harus dijaganya agar tak melewati 80 derajat Celsius. Sebab, menurut lelaki 41 tahun ini, jika suhu lebih tinggi, bakal mengubah aroma dan rasa salak nglumut, yang dikenal harum dan manis.
